Buat kamu yang banyak malunya tapi juga banyak maunya
Masalah yang seringkali justru bikin runyam adalah sikaf DIAM. Buat kamu maupun orang lain yang sedang terlibat di dalam relasi bersamamu, sama repotnya. Selain sama-sama bisa saling merasa ragu, juga bisa sama-sama saling merasa takut. Entah takut menyakiti ataupun takut disakiti, jadi kebanyakan lebih memilih diam. Padahal di dalam hati gelisah ga karuan dan pengen banget ngungkapin apa yang dirasa.
Dalam situasi naksir orang dan pengen jadian sama ornag itu, sikaf diam ini juga salah satu masalah yang umum terjadi dan bikin runyam. Kalo kamu naksir orang yang biasa bersikaf diam, maka kamu akan repot memahami makna di balik diamnya itu. kamu repot mikirin dia sebenernya suka ga sih sama kamu, karna dianya diam aja. Kalo komentar paling ya cuma sekata dua kata. Itupun kalo keluar katanya, karena seringkali cuma senyum.
Maka sikaf diam sesungguhnya pengganggu dalam sebuah relasi. Jadi, hal itu perlu di hilangkan dalam suatu relasi supaya relasi yang dibangun ga jadi kacau gara-gara sikaf diam. Selain karena bikin repot, sikaf diam juga dapat memicu kesalahfahaman. Kalo relasi sarat kejadian salah faham, maka akan sulit dirawat. Kalo relasi sulit dirawat, maka harap dimakalumi jika suatu saat relasi itu akan bubar.
Apapun isu yang ditampilkan atau keliatan, sikaf diam akan selalu menjadi bom waktu yang pada saatnya meledak dan merusak ikatan relasi itu.
Makanya, jika banyak maunya jangan banyak malunya. Terus, sikaf diam itu? Hmmm,, menyebalkan.!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar