Seperti Apa Karakter Bangsa Kita
Melihat kondisi negara
kita tercinta Indonesia ini dari pemberitaan diberbagai media massa memang
membuat hati miris, kecewa. Seperti yang kita ketahui pemberitaan yang beredar
setiap hari lebih banyak sisi negatifnya dibandingkan sisi positif.
Media selalu diwarnai
berita-berita seperti korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, penyelewengan
wewenang, konflik, intrik politik, krisis moral, krisis ekonomi, krisis sumber
daya manusia, dan berbagai berita yang membuat kita mengernyitkan dahi lainnya.
Sedangkan berita tentang prestasi anak bangsa ini seakan terlupakan, kalaupun
ada tidak lebih dari berita pelengkap karena media massa lagi kesulitan mencari
berita negatif yang sensitif untuk ditambahkan bumbu-bumbu kebohongan yang berlebihan.
Atau hanya muncul di bagian bawah layar sebagai running text dan buru-buru
menghilang. Kecuali berita tentang prestasi partai politik yang
dilebih-lebihkan, itu juga karena media yang memberitakan adalah kepunyaannya
orang partai politik tersebut.
Beberapa kalangan
masyarakat yang memeiliki tingkat kekritisan yang cukup tinggi mulai
bertanya-tanya pada diri mereka sendiri. Apa yang sebenarnya terjadi pada
Indonesia? Sebuah pertanyaan sederhana tetapi cukup untuk memunculkan berbagai
variasi jawaban. Karena tulisan ini tentang karekter bangsa, maka jawabannya
kita ambil dari perspektif karekter bangsa. Berarti, masalah yang dihadapi
bangsa kita selama ini tidak lepas dari pengaruh karekter bangsa yang
akhir-akhir ini seperti menghilang dari Indonesia.
Karakter bangsa dalam
tataran antropologi dipandang sebagai tata nilai budaya dan keyakinan yang
mengejawantah dalam kebudayaan suatu masyarakat dan memancarkan ciri-ciri khas
keluar sehingga dapat ditanggapi orang luar sebagai kepribadian masyrakat tersebut
(wikipedia).
Karakter bangsa merupakan
cerminan dari masyarakat bangsa itu senidiri secara keseluruhan. maka, jika
suatu bangsa mempunyai masalah, khususnya masalah internal. Dapat dipastikan
masalah tersebut bersumber atau setidaknya berhubungan dengan masyarakat bangsa
itu sendiri. Masyarakat itu mulai dari siswa, mahasiswa, pegawai, pengangguran,
guru, dosen, pejabat, aparat, hingga pemimpin bangsa tersebut.
Lalu bagaimana karekter
bangsa kita, Indonesia? Indonesia adalah sebuah bangsa yang terjajah selama
berabad-abad oleh berbagai bangsa di setiap daerahnya. Semua kesengsaraan itu
seidikit banyak mempengaruhi karakter bangsa. Membuat masyarakat memiliki
mental instan, konsumtif, menghalalkan segala cara demi kemakmurannya. Maka
jangan heran jika korupsi dimana-mana. Yang saharusnya sejarah yang panjang
seperti itu dapat memberi pelajaran agar masyarakat Indonesia semakin solid,
semakin gigih mengahadapi berbagai masalah. Atau mungkin sifat buruk seperti
itu dipengaruhi oleh kondisi alam indonesia yang memiliki kekayaan yang luar
biasa, menyebabkan kemalasan untuk bekerja keras kepada masyarakatnya. Yang
seharusnya kekayaan tersebut dapat dimaksimalkan untuk memakmurkan rakyat.
Indonesia seperti bangsa
tanpa landasan karakter yang kuat, lunglai berjalan dihantam bertubi-tubi
masalah, baik itu masalah dari dalam maupun tekanan dari luar. Kehilangan
karakter bangsa sebagai jati diri bangsa merupakan masalah serius yang harus
segera ditanggulangi, dengan menciptakan pemuda-pemudi berkualitas yang memiliki
karakter melalui pendidikan semoga sepuluh tahun kedepan Indnonesia menjadi
bangsa yang besar, bangsa yang berkarakter.
Usaha untuk membuat
bangsa ini memiliki karakter yang bisa dibanggakan tidaklah mudah, perlu
kesadaran tinggi untuk mewujudkannya. Terutama para elit polotik yang menjadi
wajah bangsa di mata dunia. Akan lebih mudah jika pengembangan karakter telah
diajarkan sejak kecil, dan menanamkan bahwa betapa pentingnya karakter yang
baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pastilah bangsa
ini akan bangga dikenal sebagai bangsa yang berkarakter ketimbang harus di cap
sebagai bangsa terkorup ketiga dunia. Karena itulah, kita harus menyadari
betapa pentingnya masalah karakter ini.
Muhammad Hatta
Ilmu Politik, FISIP UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar